Perbedaan Investor Kecil dan Investor Besar (Institusi)

  • Share
Perbedaan Investor Kecil dan Investor Besar (Institusi)
Perbedaan Investor Kecil dan Investor Besar (Institusi)

IndoMorningPost – Apa sih yang membedakan Investor kecil dan Besar? Dan Aku, kamu, kita ini Investor Kecil atau Investor besar ya?

Pertanyaan investor Kecil dan investor besar ini yang bisa menjawab adalah diri kita. Dengan kita mengenal diri kita dan bagaimana posisi kita di bursa saham (Bursa Efek Indonesia).

Ini terkait dengan siapa dan seberapa besar kemampuan kita?

Pertanyaan diatas menjadi penting untuk dijawab dan diketahui agar pola pikir kita seorang sebagai seorang investor benar dalam melangkah dan mengambil keputusan serta bertindak.

Secara umum kita mengenal dua perbedaan investor:

Investor kecil (individu) adalah investor yang cenderung memiliki modal terbatas dengan informasi yang minim mengenai pasar modal dan saham, terkadang juga masih memiliki kemampuan Analisa yang sederhana.

See also  Menemukan Persyaratan Kunci ‘Kebiasaan Penjualan 5’

Sifat dan karakter investor individu dalam mengelola dana lebih pada waktu jangka pendek. Lebih mudah termakan isu yang berkembang dan beredar, mudah panik, serta sering menjadi objek permainan dari investor besar.

Investor individu pada umumnya masyarakat umum yang menginvestasikan uangnya di pasar saham melalui jasa perusahaan sekuritas/efek.

Investor Besar (Institusi) adalah investor yang memiliki modal besar. Umumnya investor ini memiliki fund manager dalam mengelola dananya. Investor besar memiliki akses yang lebih luas ketimbang investor kecil, terkadang juga memiliki alat dan kemampuan Analisa yang lebih rumit.

Sedangkan sifat dan karakter dari investor besar dalam mengelola dananya lebih bersifat jangka Panjang. Jika memang ada investasi jangka pendek cenderung hanya untuk mempengaruhi (mempermainkan) harga suatu saham.

See also  Tomb Over the River, Gangneung Korea Selatan Perebutan Kekuasaan ‘Synopsis’

Investor besar biasanya sudah terlebih dahulu mengetahui akan adanya isu dan informasi yang akan beredar sehingga cenderung tidak mudah panik.

Investor besar pada umumnya adalah perusahaan investasi, Lembaga keuangan pengelola reksadana, perusahaan sekuritas/efek, pengelola dana pensiun, serta perusahaan besar lainnya yang ikut mengelola atau menginvestasikan Sebagian dananya di pasar saham.

Dengan mengerti akan posisi kita, sehingga kita mampu belajar membaca, memprediksi apa yang akan dilakukan para investor besar.

Seminimal mungkin kita menjadi korban permainan para investor besar dengan memahami pola-pola yang menjadi konsep investor institusi.

Sebagai investor kecil kita harus sadar bahwa modal kita tidak mungkin dapat mempengaruhi dan membentuk harga suatu saham.

See also  Spiderman, Dalam Film No Way Home ‘Synopsis’

Sehingga yang bisa lakukan adalah mengikuti dan mengambil keuntungan dari pergerakan harga saham yang dibentuk oleh pasar (para investor besar).

Investor kecil ini ibarat sebagai pedagang kecil yang harus mampu menyiasati gelombang permainan harga di bursa saham dengan berada di puncak gelombang hingga gelombang harga mengalir menuju posisi yang terendah untuk kembali ke kondisi harga normal****

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *