Kisah Inspiratif Nikmat Sehat, Inspirasi Kehidupanku Yang Kedua

Kisah Inspiratif, Inspirasi Kehidupan Kedua
Kisah Inspiratif, Inspirasi Kehidupan Kedua

IndoMorningPost – Kita baru bisa merasakan nikmat sehat ketika sudah sakit. Kita baru bisa merasakan nikmatnya tidur, ketika kita berhari-hari tidak bisa tidur.

Rasa tidak enak badan mulai terasa pada hari Senin tanggal 5 Juli 2021.

Betapa beratnya hari-hari yang saya jalani ketika selama sekitar 15 hari tidak bisa makan dan minum, makan dan minum muntah terus. Perut seperti diblender, cegukan nggak ada henti-hentinya siang dan malam.

Badan jadi kurus lemah sampai gak bisa jalan. Karena otot-otot yang menguatkan tulang jadi lembek semuanya.

Selama itu pula siang-malam tidak bisa tidur.

Sempat therapy ini dan itu, tapi tidak bisa menyelesaikan urusan perut dan cegukan. Minum ini dan itu hasilnya juga sama. Urusan perut belum selesai juga.

Alhamdulillah sempat dipasang infus oleh bapaknya Bayu (sebelah rumah) sampai habis dua kantong. Besoknya tanggal 17 Juli  dibawa ke Puskesmas Kariangau diinfus habis 1 botol. Alhamdulillah waktu tes antigen di Puskesmas  hasilnya negatif. Nggak kebayang kalau hasilnya positif jadi seperti apa.

Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illaallah Allahu Akbar! Setelah sekitar 3 jam di Puskesmas tidak ada perubahan, dan kabarnya rumah sakit pada penuh maka saya minta dirawat di rumah saja. Nggak usah dibawa ke  sana ke mari.

Setelah itu ada kunjungan dokter ke rumah selama 2 hari diinfus sampai habis 5 botol dan diberi obat suntik berupa cairan warna merah seperti syrup Marxxx.

See also  Waspada Skema Ponzi, Fenomena Jualan Mimpi

Tapi urusan perut dan cegukan belum selesai juga. Bahkan setelah di suntik cairan warna merah perut semakin menjadi-jadi sampai terpuntir-terpuntir menahan sakit.

Dan masih belum bisa makan dan minum apapun.

Mungkin karena kurangnya nutrisi ke mata, beberapa hari pandangan mata kelihatan putih semuanya.

Alhamdulillah Allah masih sayang dengan saya sehingga masih diberi kesempatan hidup untuk memperbaiki diri dalam “Kehidupanku Yang Kedua” ini.

Tepat di hari Jum’at tanggal 16 Juli 2021 sehari sebelum dibawa ke Puskesmas Kariangau, setelah shalat subuh badan terasa panas terbakar kering luar biasa di mulut dan tenggorokan karena kekurangan cairan akut, tiba-tiba dalam hati seperti ada yang memberikan  bisikan “minum  air Zam-Zam”.

Qadarullah satu hari sebelum mulai sakit, yaitu tanggal 04 Juli 2021 saya diundang mengisi  Majelis Taklim Ar Rohmah, yang saat itu saya membahas antara lain tentang situasi yang sangat berat yang dialami oleh Ibunda Siti Hajar dan Nabi Ismail ‘alaihissalam yang saat itu masih bayi.

Kehabisan bekal makan dan minum, sementara saat itu mereka berada pada sebuah lembah yang panas, kering, tidak ada pepohonan bahkan rumput pun tak ada yang bisa dimakan. Rasa haus, lapar, letih, lelah menjadi satu.

Namun yang luar biasa adalah semangat Ibunda Siti Hajar untuk terus bertahan hidup. Dan akhirnya Allah Ta’ala memberikan pertolongan-Nya dengan mengutus malaikat yang menghentakkan tumit atau sayapnya tepat dibawah telapak kaki Nabi Ismail ‘Alaihissalam hingga memancarlah air yang deras.

See also  Filosofi Bebek dan Ayam Inspirasi Kehidupan, Inspirasi Dilepas Sayang, Dibuang Cinta

Ibunda Siti Hajar kemudian mengumpulkan air itu dengan tangannya dan memasukkan air ke dalam geribah. Air itu memancar deras setelah diciduk oleh Ibunda Siti Hajar.

Ibnu Abbas r.a berkata: Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Semoga Allah Ta’ala merahmati Ibu Ismail, andai ia membiarkan Zam-Zam — atau beliau bersabda, Andai ia tidak menciduk air Zam-Zam niscaya ia akan mengalir ke seluruh permukaan bumi. (Ibnu Katsir, Kisah Para Nabi).

Langsung saya minta dicarikan air Zam-Zam di rumah dan alhamdulillah ada 1 botol kecil 100 ml, langsung saya minum. MasyaAllah segerrrrrrr luar biasa Tapi nggak lama terasa panas terbakar dan haus lagi.

Cari-cari toko yang jual air Zam-Zam alhamdulillah dapat dari teman lama 3 liter. Tidak sampai 1 jam 3 liter habis. Terasa segar sebentar, lalu haus dan panas lagi. MasyaAllah tidak ada rasa mual atau mau muntah ketika minum air zam-zam itu.

Padahal sebelumnya tidak ada makanan dan minuman yang bisa masuk. Air Zam-Zam tersebut langsung diserap oleh tubuh 100 ℅ tidak ada penolakan sedikitpun.

Alhamdulillah ada teman yang  jual air Zam-Zam pesan 5 lt dan diantar kurir sampai rumah waktu shalat jum’at. Sejak saat itu setiap 1/4 jam  minum 1 gelas air Zam-Zam. Kira-kira 3 hari berikutnya sudah bisa makan bubur, jus buah dan seterusnya.

See also  Menghubungi Calon Konsumen Mendukung Kunjungan Anda ‘Kebiasaan Penjualan 19’

Kalau ditotal habis sekitar 25 an lt air Zam-Zam. MasyaAllah terbukti kebenaran Mukjizat Al Qur’an dan Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keistimewaan air Zam-Zam.

Sejak saat itu pelan-pelan badan mulai terasa segar dan bisa makan nasi halus dan buah-buahan.

Dan alhamdulillah sejak seminggu terakhir sudah mulai bisa makan nasi putih dan mulai belajar berjalan.

Saat ini masih dalam proses pemulihan untuk mengembalikan otot-otot yang hilang untuk menguatkan tulang kembali.

Itu pengalaman pribadi saya, saya share bukan untuk menyesali takdir, tapi sebagai pelajaran, semoga suatu saat nanti (mudah-mudahan tidak terjadi) jika ada yang mengalami seperti saya, bisa dijadikan sebagai referensi/rujukan.

Adapun penyebab kenapa saya sampai seperti itu adalah karena:

1. Sombong, merasa hebat karena sudah minum herbal ini dan itu dan terapi ini dan itu.

2. Dzalim, tidak memenuhi hak tubuh dgn baik sebagaimana diperintahkan Allah Ta’ala Dzat yang menciptakan dan yang memiliki tubuh saya.

Saya juga mengucapkan Jazakumullah Khairan Katsiran kepada Seluruh Bapak/Ibu/Saudara/ri ku semuanya yang dengan tulus dan ikhlas memberikan perhatian dan dukungan yang sangat besar sekali dan sangat bermanfaat sekali buat saya dan kami sekeluarga.

Sekali lagi saya ucapkan Jazakumullah Khairan Katsiran. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Demikian, semoga  bermanfaat, bisa menambah kebaikan dan menjadi pelajaran untuk kita semuanya****

Leave a Reply

Your email address will not be published.