Tekanan agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mematuhi perjanjian gencatan senjata dengan Hamas terus meningkat, tak hanya dari komunitas internasional, tetapi juga dari warganya sendiri.
Yehuda Cohen, ayah dari seorang sandera Israel-Amerika bernama Nimrod Cohen, mengambil langkah yang tidak biasa dengan bertemu Kepala Jaksa Mahkamah Kriminal Internasional (ICC), Karim Khan, Selasa lalu. Dalam pertemuan ini, Yehuda menyerukan agar surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu digunakan untuk memastikan perjanjian gencatan senjata dijalankan sepenuhnya.
Desakan untuk Menghormati Kesepakatan
Cohen meminta ICC bekerja sama dengan pemerintah Israel guna memastikan gencatan senjata berlanjut hingga semua sandera dibebaskan. Ia menekankan pentingnya mengakhiri konflik di Gaza secara permanen.
Putranya, Nimrod Cohen, seorang prajurit IDF berusia 19 tahun, diculik dari pos militer Nahal Oz pada 7 Oktober 2023 saat serangan besar-besaran Hamas di Israel selatan. Nimrod diharapkan termasuk dalam kelompok sandera yang dibebaskan selama fase kedua kesepakatan.
Cohen juga menyoroti keengganan pemerintah Israel untuk membentuk komisi penyelidikan terkait serangan Hamas 7 Oktober dan dampaknya.
“Jika surat perintah penangkapan dari ICC bisa membuat Netanyahu memprioritaskan pembebasan seluruh sandera, maka itulah langkah yang harus diambil,” ungkap Yehuda Cohen.
Surat Perintah Penangkapan Netanyahu
Permintaan Cohen ini mengacu pada surat perintah penangkapan yang sebelumnya dikeluarkan ICC terhadap Netanyahu pada November lalu. Tuduhan yang dilayangkan termasuk kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan selama konflik Gaza.
Tujuan utama Cohen adalah menggunakan tekanan hukum ini sebagai alat untuk memastikan Netanyahu tidak menghentikan kesepakatan sebelum seluruh sandera kembali dengan selamat.
Data Terbaru Soal Sandera
Berdasarkan laporan, masih ada 91 dari total 251 sandera yang diculik Hamas pada serangan 7 Oktober. Selain itu, IDF memastikan bahwa sedikitnya 34 jenazah korban juga berada di Gaza.
Warga Israel seperti Yehuda Cohen terus menyerukan perdamaian dan perlakuan prioritas terhadap pembebasan sandera. Dengan tekanan dari dalam negeri dan komunitas internasional, langkah Netanyahu ke depan menjadi perhatian besar, terutama dalam memastikan perjanjian gencatan senjata tetap berlangsung demi kepentingan kemanusiaan.