(Newsindomedia) — Hussein Fayyad, komandan Batalion Beit Hanoun Hamas, yang sebelumnya diklaim tewas dalam operasi militer Israel pada Mei 2024, muncul dalam sebuah video yang dirilis pada Rabu, 22 Januari 2025. Video itu menjadi perbincangan luas setelah dipublikasikan oleh media Palestina, Arab48, dan menunjukkan seorang pria yang diyakini sebagai Fayyad berbicara di tengah kerumunan di Gaza utara.
Momen Mengejutkan di Gaza
Dalam video tersebut, Fayyad tampak berdiri di antara reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara, menyampaikan pidato penuh semangat. Ia memuji perlawanan Gaza terhadap militer Israel, menyatakan bahwa kegagalan Israel mencapai tujuannya adalah kemenangan tersendiri bagi Gaza. “Gaza tetap tegak, tak terpatahkan, dan kita semua menjadi saksi bagaimana semangat itu tetap hidup,” ujar Fayyad.
Klarifikasi dari Militer Israel
Setelah video itu tersebar, militer Israel mengeluarkan pernyataan yang mengakui kesalahan intelijen mereka. Pada Mei 2024, IDF (Israel Defense Forces) sempat mengumumkan bahwa mereka telah “melumpuhkan” Fayyad dalam operasi di terowongan bawah tanah Jabaliya. Namun, berdasarkan temuan terbaru, klaim tersebut terbukti tidak akurat.
“Pada saat itu, dengan tingkat probabilitas yang tinggi, kami menyimpulkan bahwa target telah dieliminasi. Namun, investigasi lebih lanjut menunjukkan bahwa intelijen kami tidak cukup akurat,” ungkap IDF seperti dilaporkan oleh Times of Israel.
Dampak pada Kredibilitas Israel
Kemunculan Fayyad mengundang pertanyaan tentang keandalan klaim medan perang Israel. Ini bukan pertama kalinya militer Israel membuat klaim serupa yang kemudian terbantahkan. Menurut laporan Haaretz, insiden ini menambah daftar panjang kesalahan penilaian terhadap tokoh penting Hamas.
Strategi Perang Batalion Beit Hanoun
Batalion Beit Hanoun, yang awalnya dianggap salah satu unit lemah Hamas, menunjukkan kemampuan adaptasi luar biasa dalam medan perang. Serangan gerilya yang dilancarkan sejak awal Januari 2025 dilaporkan menyebabkan korban di pihak Israel, membuktikan bahwa unit ini semakin tangguh menghadapi tantangan.
Kemunculan Hussein Fayyad bukan hanya mempermalukan Israel tetapi juga memperkuat simbol perlawanan di Gaza. Situasi ini kembali menyoroti kompleksitas konflik Israel-Palestina, yang terus memicu ketegangan tanpa solusi yang jelas di masa depan.