Tepi Barat, (Newsindomedia) — Kota Jenin di Tepi Barat kembali menjadi pusat perlawanan Palestina. Operasi militer Israel yang disebut “Tembok Besi” diluncurkan dengan intensitas serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Serangan tersebut telah menyebabkan 10 korban jiwa dan puluhan luka-luka, sementara faksi-faksi perlawanan Palestina bersumpah untuk melawan dengan segala daya.
Bentrokan Hebat di Jenin
Pejuang Palestina dari Brigade Martir al-Aqsa di Jenin terus bertempur menghadapi pasukan Israel. Mereka menggunakan senjata api hingga alat peledak untuk melawan pendudukan. Laporan di lapangan menyebutkan, sebuah alat peledak berhasil menghantam kendaraan lapis baja Israel, menyebabkan korban luka di pihak militer.
Di sisi lain, pasukan Israel terus berupaya mengevakuasi tentaranya dari lokasi bentrokan, menunjukkan perlawanan Palestina yang tak surut meski berada di bawah tekanan.
Faksi Perlawanan Palestina Berkomitmen Melawan
Berbagai kelompok perlawanan Palestina menyatakan sikap tegas: agresi ini tidak akan melemahkan semangat mereka.
- Hamas mengecam keras operasi ini dan menyebutnya sebagai bukti kegagalan Israel dalam menundukkan rakyat Palestina. Mereka menyerukan mobilisasi umum, meminta warga untuk bersatu melawan pendudukan.
- Jihad Islam Palestina (PIJ) menggambarkan serangan ini sebagai kampanye genosida dan bukti frustrasi Israel setelah gagal mencapai tujuan di Gaza.
- Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) serta Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP) menegaskan, agresi Israel hanya akan memperkuat tekad rakyat Palestina untuk terus melawan.
Jenin Sebagai Simbol Ketahanan
Serangan ke Jenin dipandang oleh banyak pihak sebagai upaya Israel untuk menekan perlawanan yang semakin kuat, terutama di wilayah Tepi Barat. Namun, bagi Palestina, Jenin tetap menjadi simbol kepahlawanan dan ketahanan.
Pernyataan resmi dari berbagai faksi menyebutkan, “Jenin akan tetap menjadi benteng perlawanan. Apa yang disebut ‘Tembok Besi’ hanyalah ilusi yang akan hancur seperti pedang besi yang dipatahkan di Gaza.”
Seruan untuk Persatuan Palestina
Di tengah konflik yang terus memanas, faksi-faksi Palestina menyerukan rakyat untuk bersatu melawan pendudukan. Mereka menegaskan bahwa agresi hanya akan memperkuat semangat juang rakyat Palestina.
Operasi “Tembok Besi” mungkin menjadi salah satu serangan paling brutal dalam sejarah pendudukan, tetapi sejarah membuktikan, ketahanan rakyat Palestina tidak mudah dipatahkan. Dunia kini menunggu, bagaimana konflik ini akan berkembang dan apakah ada ruang untuk solusi damai di tengah ketegangan yang terus membara.