31.3 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Xi Jinping Tidak Hadiri Pelantikan Donald Trump, China Kirim Wakil Presiden

WorldAmerika-CanadaXi Jinping Tidak Hadiri Pelantikan Donald Trump, China Kirim Wakil Presiden

(Newsindomedia) — Presiden China Xi Jinping dipastikan tidak akan menghadiri pelantikan Presiden Terpilih AS Donald Trump yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 Januari 2025. Sebagai gantinya, Beijing akan mengutus Wakil Presiden Han Zheng untuk mewakili negara dalam acara tersebut.

Pengumuman ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri China, Jumat (17/1/2025). Dalam pernyataan resmi tersebut, China menegaskan keinginannya untuk menjalin hubungan yang stabil dan konstruktif dengan pemerintah AS yang baru. Beijing juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan Washington dalam membangun pola hubungan yang saling menguntungkan.

Keputusan yang Mengakhiri Spekulasi

Pengiriman Han Zheng mengakhiri spekulasi yang berkembang selama beberapa pekan terkait siapa yang akan menghadiri acara pelantikan tersebut. Sebelumnya, laporan CBS pada Desember 2024 menyebutkan bahwa Donald Trump secara langsung mengundang Xi Jinping untuk menghadiri upacara, meskipun langkah itu dianggap tidak biasa dan kecil kemungkinannya terjadi.

Menurut catatan Departemen Luar Negeri AS yang dimulai sejak tahun 1874, tidak ada kepala negara asing yang menghadiri pelantikan presiden AS dalam satu abad terakhir. Biasanya, acara ini hanya dihadiri oleh duta besar, anggota parlemen AS, dan masyarakat umum.

Namun, pelantikan kedua Donald Trump tampaknya melanggar banyak tradisi. Beberapa pejabat senior dari negara lain, termasuk Menteri Luar Negeri Jepang Takeshi Iwaya, telah mengonfirmasi kehadirannya. Selain itu, sejumlah pemimpin perusahaan teknologi terkemuka seperti Mark Zuckerberg (Meta Platforms Inc.) dan Shou Chew (CEO TikTok) juga dijadwalkan hadir.

Isyarat Diplomasi di Tengah Ketegangan

Kehadiran Han Zheng di pelantikan ini dapat dianggap sebagai langkah diplomatik dari China untuk mengawali hubungan yang lebih baik dengan pemerintahan Trump. Hubungan antara kedua negara telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir, terutama terkait isu perdagangan, Laut China Selatan, dan hak asasi manusia. Bahkan, selama kampanye, Trump mengancam akan memberlakukan tarif hingga 60% pada barang-barang China, kebijakan yang berpotensi memengaruhi perdagangan global secara signifikan.

Langkah ini bukan yang pertama bagi China. Pada tahun 2021, Beijing mengutus duta besarnya untuk AS, Cui Tiankai, untuk menghadiri pelantikan Presiden Joe Biden.

Sorotan pada Kehadiran Delegasi Taiwan

China juga mencermati delegasi yang akan hadir dari Taiwan, mengingat sensitivitas status politik pulau tersebut. Kali ini, Taiwan mengirimkan delapan anggota parlemen dari partai pemerintah dan oposisi, dipimpin oleh Ketua Legislatif Han Kuo-yu. Kehadiran mereka diperkirakan akan menjadi perhatian khusus Beijing.

Pada pelantikan Presiden Biden tahun 2021, Hsiao Bi-khim, wakil presiden Taiwan saat itu, menjadi diplomat pertama dari pulau tersebut yang menerima undangan resmi untuk acara serupa dalam beberapa dekade. (nsb/nim)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles