29 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Israel Resmi Setujui Gencatan Senjata dengan Hamas Setelah Perdebatan Panjang

WorldMiddle East & AfricaIsrael Resmi Setujui Gencatan Senjata dengan Hamas Setelah Perdebatan Panjang

TEL AVIV, Setelah melalui rapat panjang yang berlangsung lebih dari tujuh jam, Kabinet Israel akhirnya menyepakati gencatan senjata dengan Hamas. Keputusan ini diumumkan Sabtu dini hari (18/1/2025), setelah pertemuan yang dimulai Jumat malam.

Kesepakatan Dimulai Minggu

Menurut pernyataan resmi Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, rancangan pembebasan sandera dan gencatan senjata akan mulai berlaku pada Minggu, 19 Januari 2025. Dari total 33 anggota kabinet, sebanyak 24 menteri mendukung kesepakatan tersebut, sementara delapan menteri lainnya menolak.

Oposisi Dalam Kabinet

Menteri yang menolak termasuk David Amsalem dan Amichai Chikli dari Partai Likud, serta Itamar Ben Gvir dari Partai Otzma Yehudit. Sementara itu, Bezalel Smotrich dari Partai Zionisme Religius juga berada di barisan oposisi. Beberapa di antara mereka bahkan mengancam akan keluar dari kabinet jika gencatan senjata disetujui. Hingga saat ini, nasib para menteri yang menolak masih belum jelas.

Prioritas Pembebasan Sandera

Berdasarkan laporan resmi, saat ini terdapat 89 sandera yang diyakini berada di Gaza. Sebanyak setengah dari jumlah tersebut diklaim masih hidup. Pada tahap pertama, 33 sandera, termasuk tiga orang yang akan dibebaskan di hari pertama gencatan, menjadi prioritas utama.

Mayoritas Warga Israel Dukung Gencatan Senjata

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan lembaga penyiaran Israel, Kan, menunjukkan bahwa mayoritas warga Israel mendukung langkah ini. Sebanyak 55 persen responden menginginkan kesepakatan dilanjutkan hingga tahap kedua, meskipun berpotensi mengakhiri perang. Sementara itu, 27 persen ingin operasi militer tetap dilanjutkan, dan sisanya tidak memberikan pendapat.

Dampak Perjanjian Gencatan Senjata

Sebagai bagian dari kesepakatan ini, Israel akan membebaskan lebih dari 1.700 warga Palestina yang ditahan. Mereka akan ditukar dengan 33 sandera Israel yang berada di Gaza. Selain itu, 600 truk bantuan kemanusiaan akan diizinkan masuk ke Gaza setiap hari. Israel juga berencana menarik pasukannya dari sejumlah area di wilayah tersebut.

Kekhawatiran dan Tuduhan

Meski telah tercapai kesepakatan, ketegangan masih terasa. Pada hari Jumat, Hamas menuduh Israel berupaya menggagalkan perjanjian melalui serangan udara yang ditingkatkan di Gaza. Serangan ini telah mengakibatkan hampir 47.000 warga Palestina tewas, meskipun kajian terbaru menyebutkan jumlah korban sebenarnya bisa lebih tinggi.

Langkah ke Depan

Gencatan senjata ini memberikan harapan baru di tengah konflik yang berkepanjangan. Dengan pembebasan sandera dan masuknya bantuan kemanusiaan, kedua pihak diharapkan dapat mengambil langkah lebih lanjut menuju perdamaian yang lebih permanen.

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles