26.2 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Eksekutif Bank di Jepang Potong Gaji Setelah Skandal Pencurian Terkuak

WorldAsia PasificEksekutif Bank di Jepang Potong Gaji Setelah Skandal Pencurian Terkuak

TOKYO (Newsindomedia) – Para eksekutif salah satu bank terbesar di Jepang mengambil langkah drastis dengan memotong gaji mereka sebagai bentuk tanggung jawab atas skandal pencurian besar-besaran yang melibatkan salah satu karyawan mereka. Keputusan ini diambil setelah seorang pegawai bank ditangkap oleh pihak berwenang karena mencuri barang-barang berharga senilai 1,4 miliar yen dari kotak deposit pelanggan.

Bank yang menjadi sorotan ini merupakan salah satu dari tiga bank terkemuka di Jepang, hasil penggabungan antara UFJ Bank dan Bank of Tokyo-Mitsubishi pada tahun 2006. Skandal ini mencoreng reputasi mereka yang selama ini dikenal sebagai institusi keuangan terpercaya.

Pengurangan Gaji Eksekutif

Sejumlah pejabat tinggi bank tersebut, termasuk Chairman Naoki Hori, CEO Junichi Hanzawa, dan Manajer Eksekutif Tadashi Yamamoto, memutuskan untuk menerima pengurangan gaji sebesar 30% selama tiga bulan. Selain itu, dua eksekutif lainnya juga mendapat potongan gaji sebesar 20% untuk periode yang sama. Langkah ini diambil sebagai bentuk penyesalan dan tanggung jawab moral atas insiden yang mencoreng nama baik institusi mereka.

Bank tersebut juga menyatakan komitmennya untuk memperbaiki sistem keamanan dengan memantau kunci cadangan kotak deposit secara lebih ketat dan meningkatkan pengawasan operasional. Selain itu, pihak bank berjanji akan memberikan kompensasi secara bertahap kepada para pelanggan yang dirugikan.

“Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang telah dialami oleh para pelanggan dan pemangku kepentingan,” ujar pihak bank dalam pernyataan resmi yang dikutip dari Japantoday, Jumat (17/1/2025).

Kronologi Pencurian

Kasus pencurian yang mengejutkan ini terjadi di dua cabang bank tersebut dan berlangsung selama empat tahun sebelum akhirnya terungkap pada Oktober tahun lalu. Dalam laporan resmi, polisi Tokyo menyebutkan bahwa pelaku, Yukari Iwamura, yang juga dikenal dengan nama Yamazaki, telah diberhentikan dari pekerjaannya.

Iwamura diduga mencuri emas, uang tunai, dan barang berharga lainnya dari sekitar 60 kotak deposit pelanggan. Dalam dua kesempatan berbeda, ia mencuri total 20 batang emas. Bank melaporkan bahwa nilai total barang yang dicuri mencapai sekitar 1,4 miliar yen.

Proses Hukum Berlanjut

Hingga saat ini, kasus pencurian tersebut masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian Jepang. “Kami masih mengumpulkan bukti tambahan, dan tidak menutup kemungkinan akan ada dakwaan baru yang diajukan terhadap tersangka,” ujar juru bicara kepolisian Tokyo. Bank juga mengakui bahwa total kerugian yang dilaporkan dapat bertambah seiring dengan perkembangan penyelidikan.

Langkah tegas yang diambil oleh bank ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik dan menjadi pelajaran penting bagi industri perbankan dalam memperkuat keamanan serta integritas operasional mereka.

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles