29 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Khamenei : Ketahanan Palestina mendorong Israel mundur dari Gaza.

WorldMiddle East & AfricaKhamenei : Ketahanan Palestina mendorong Israel mundur dari Gaza.

Kesepakatan Gencatan Senjata Hamas-Israel: Reaksi dan Dampaknya

Kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel, yang ditandatangani di Doha, Qatar, pada Rabu (15/1/2025), telah memunculkan berbagai respons dari dunia internasional, termasuk dari Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Melalui akun media sosialnya, Khamenei menyatakan bahwa kesabaran dan keteguhan rakyat Palestina menjadi faktor utama yang memaksa Israel untuk menarik diri dari Jalur Gaza. Unggahannya yang menggunakan tagar #GazaIsVictorious ditulis dalam dua bahasa, Inggris dan Ibrani.

Dalam pernyataannya, Khamenei menyoroti tindakan kekerasan yang telah menewaskan ribuan anak-anak dan perempuan di Gaza sebagai salah satu noda dalam sejarah modern. “Kesabaran rakyat Palestina dan keteguhan Front Perlawanan telah memaksa rezim Zionis mundur,” tulisnya pada Kamis (16/1/2025). Pernyataan ini sejalan dengan sikap resmi Pemerintah Iran, yang menganggap kesepakatan gencatan senjata sebagai kemenangan moral dan strategis bagi rakyat Palestina.

Dukungan dari Iran

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut gencatan senjata ini sebagai akhir dari tindakan genosida yang terjadi sejak Oktober 2023. Pernyataan resmi kementerian tersebut memuji keberanian dan daya tahan rakyat Palestina sebagai elemen kunci dalam mencapai kesepakatan ini. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kekuatan militer berpengaruh di kawasan, turut menyampaikan selamat kepada Hamas atas apa yang mereka sebut sebagai kemenangan besar melawan Israel.

“Kesepakatan ini adalah kekalahan yang tidak bisa diperbaiki bagi rezim Zionis dan menunjukkan bahwa perlawanan adalah jalan menuju kebebasan,” tulis IRGC dalam pernyataannya. Pernyataan ini mencerminkan dukungan penuh Iran terhadap perjuangan Hamas dan rakyat Palestina.

Isi Kesepakatan

Dalam perundingan yang melibatkan Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat sebagai penengah, kedua pihak yang bertikai setuju untuk melakukan gencatan senjata, pertukaran tawanan, dan penarikan bertahap tentara Israel dari Gaza. Langkah ini menjadi akhir dari konflik yang dimulai pada 7 Oktober 2023, ketika Hamas melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Israel. Serangan tersebut menyebabkan lebih dari 1.200 warga Israel tewas dan 251 orang, termasuk tentara dan warga sipil, diculik.

Di sisi lain, operasi militer balasan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di Gaza mengakibatkan lebih dari 46.000 orang meninggal dunia. Konflik ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah modern Timur Tengah.

Harapan untuk Perdamaian

Gencatan senjata ini diharapkan menjadi langkah awal menuju stabilitas di kawasan yang telah lama dilanda konflik. Namun, banyak pihak mengingatkan bahwa perdamaian jangka panjang hanya dapat dicapai melalui dialog yang komprehensif dan pengakuan terhadap hak-hak dasar semua pihak yang terlibat.

Dengan langkah ini, dunia kini menantikan bagaimana kedua pihak akan memenuhi komitmen mereka dalam perjanjian yang telah disepakati, serta bagaimana komunitas internasional dapat mendukung proses perdamaian yang lebih luas di Timur Tengah.

Baca Juga

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles