29 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Ini Isi Kesepakatan Genjatan Senjata Hamas-Israel di Gaza

WorldMiddle East & AfricaIni Isi Kesepakatan Genjatan Senjata Hamas-Israel di Gaza

Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Hamas: Awal Baru di Tengah Konflik Panjang

(Newsindomedia) – Setelah lebih dari 460 hari konflik mematikan, kesepakatan gencatan senjata akhirnya tercapai antara Israel dan Hamas di Gaza. Perjanjian ini diumumkan pada Senin malam (13/1/2025) waktu setempat, dengan pelaksanaan awal gencatan dijadwalkan mulai Minggu (19/1/2025). Langkah ini membawa secercah harapan di tengah kehancuran yang melanda wilayah tersebut.

Menurut Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, perjanjian ini dirancang untuk mengakhiri kekerasan sementara sekaligus membuka jalan bagi penyelesaian isu-isu krusial, seperti pembebasan tahanan dan rekonstruksi Gaza.

Tahapan Kesepakatan Gencatan Senjata

Perjanjian ini dirancang dalam tiga tahap, masing-masing membawa harapan bagi kestabilan dan pemulihan wilayah.

Tahap Pertama (42 Hari): Penghentian Sementara Operasi Militer

Pada tahap ini, poin-poin utama meliputi:

  1. Penghentian semua operasi militer oleh kedua belah pihak, dengan penarikan pasukan Israel dari daerah padat penduduk di Gaza.
  2. Pembatasan aktivitas militer Israel, termasuk operasi pengintaian udara, hingga 12 jam sehari pada hari pembebasan tahanan.
  3. Pemulangan para pengungsi ke wilayah mereka yang terdampak konflik.
  4. Pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas.

Tahap Kedua (42 Hari): Menuju Stabilitas

Setelah tahap pertama berhasil, tahap kedua akan fokus pada:

  • Penguatan ketenangan yang berkelanjutan dengan penghentian total operasi militer.
  • Penukaran tahanan antara kedua belah pihak, termasuk pembebasan warga Israel dan tahanan Palestina.
  • Penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Tahap Ketiga: Rekonstruksi dan Normalisasi

Jika persyaratan tahap kedua terpenuhi, tahap ketiga akan dimulai, mencakup:

  1. Penukaran jenazah dari kedua pihak.
  2. Rekonstruksi besar-besaran Jalur Gaza, mencakup rumah dan infrastruktur penting, di bawah pengawasan internasional.
  3. Penghapusan blokade total di Gaza, yang telah membatasi akses warga selama bertahun-tahun.

Peran Penjamin dan Harapan Masa Depan

Perjanjian ini dijamin oleh negara-negara dan organisasi internasional, seperti Qatar, Mesir, Amerika Serikat, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Semua pihak berharap kesepakatan ini menjadi langkah awal menuju solusi permanen yang mengakhiri penderitaan warga sipil di kedua sisi.

Meski tantangan besar masih membayangi, langkah ini menunjukkan bahwa dialog dan diplomasi tetap menjadi jalan terbaik untuk mencapai perdamaian. Dunia kini menanti hasil nyata dari kesepakatan ini, sembari berharap bahwa masa depan yang lebih damai dapat terwujud di Gaza. (nsb/nim)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles