26.2 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Trump: Kemenangannya dalam pemilu 2024 Pemicu Gencatan Senjata Gaza

WorldMiddle East & AfricaTrump: Kemenangannya dalam pemilu 2024 Pemicu Gencatan Senjata Gaza

Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa kesepakatan gencatan senjata di Gaza dicapai berkat kemenangan bersejarahnya dalam pemilihan presiden (Pilpres) AS 2024. Klaim tersebut ia sampaikan melalui platform media sosial pribadinya, Truth Social, pada Rabu (15/1/2025), hanya beberapa hari sebelum dirinya kembali menjabat di Gedung Putih.

“Kami berhasil mencapai kesepakatan untuk membebaskan para sandera di Timur Tengah. Mereka akan segera kembali ke rumah. Terima kasih!” tulis Trump dengan penuh optimisme. Pernyataan tersebut kemudian diperkuat oleh pengumuman resmi dari Presiden Joe Biden yang disampaikan langsung dari Gedung Putih.

Trump, yang dijadwalkan dilantik pada 21 Januari 2025, menegaskan bahwa hasil pilpres memberikan sinyal kuat kepada dunia mengenai arah kebijakan pemerintahannya. Ia juga menekankan bahwa pendekatan tegasnya berperan besar dalam menciptakan gencatan senjata ini. “Perjanjian gencatan senjata luar biasa ini hanya mungkin terjadi berkat kemenangan bersejarah kita pada November,” imbuhnya dalam unggahan yang panjang, mengutip laporan AFP.

Tegas Terhadap Hamas

Dalam salah satu pernyataannya, Trump mengingatkan bahwa dirinya akan mengambil langkah ekstrem terhadap Hamas jika kelompok tersebut tidak segera membebaskan para sandera sebelum dirinya resmi menjabat. Hal ini menambah dimensi baru dalam pendekatan kebijakan luar negeri yang dirancang untuk menunjukkan kekuatan Amerika Serikat di panggung global.

Sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, sebanyak 251 orang dilaporkan disandera. Berdasarkan data militer Israel, 94 di antaranya masih ditahan di Gaza, sementara 34 lainnya telah meninggal dunia. Serangan tersebut juga menyebabkan lebih dari 1.200 korban jiwa di pihak Israel, sebagian besar warga sipil.

Sebagai tanggapan, Israel melancarkan serangan balasan di Gaza yang menewaskan lebih dari 46.000 orang, mayoritas warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas. Data ini juga dianggap dapat dipercaya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Langkah Strategis Menuju Perdamaian

Selain menyambut baik pembebasan sandera, Trump memberikan isyarat akan melanjutkan langkah strategisnya dari masa jabatan sebelumnya. Ia berencana memperluas Kesepakatan Abraham, yang bertujuan untuk menormalisasi hubungan Israel dengan negara-negara Arab. Setelah keberhasilan sebelumnya dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain, Trump kini mengarahkan fokusnya pada hubungan Israel-Arab Saudi.

“Kemenangan ini memberi pesan kuat bahwa Amerika akan terus memimpin dalam mengupayakan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Kami akan memastikan keselamatan warga Amerika dan sekutu kami,” tegas Trump.

Dengan momentum gencatan senjata yang baru saja tercapai, pengamat internasional menilai bahwa Trump memiliki peluang besar untuk memperkuat warisannya sebagai arsitek perdamaian di kawasan Timur Tengah. Namun, tantangan besar tetap menanti, terutama dalam memastikan implementasi kesepakatan ini berjalan sesuai rencana di bawah pengawasannya.

Sebagai presiden ke-47 Amerika Serikat, Trump tampaknya bertekad menjadikan periode kedua kepemimpinannya sebagai era yang membawa pengaruh besar, tidak hanya bagi Amerika Serikat tetapi juga bagi dunia. Semua mata kini tertuju pada langkah-langkah yang akan diambilnya setelah pelantikan pada 21 Januari mendatang.

Baca Juga

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles