29 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Nasib 2 Orca Pasca Penutupan Marineland di Prancis

Nasib Dua Paus Pembunuh di Prancis Tidak Pasti Setelah Penutupan Marineland

WorldEropaNasib 2 Orca Pasca Penutupan Marineland di Prancis

(Newsindomedia) — Dua paus pembunuh di Marineland Antibes, Prancis, menghadapi masa depan yang tidak menentu setelah kebun binatang laut tersebut ditutup pada 5 Januari. Penutupan ini terjadi sebagai dampak dari undang-undang kesejahteraan hewan yang baru diterapkan. Perdebatan antara manajemen kebun binatang dan aktivis hewan pun memanas terkait langkah terbaik untuk Wikie dan Keijo, dua paus orca yang telah lama menjadi penghuni Marineland.

Latar Belakang Penutupan

Marineland Antibes, yang terletak di dekat Cannes, mengumumkan penutupannya pada Desember setelah pemerintah Prancis menerapkan aturan baru yang melarang penggunaan lumba-lumba dan paus dalam pertunjukan. Undang-undang tersebut, disahkan pada 2021, baru mulai berlaku pada Januari 2024. Menurut manajemen Marineland, atraksi paus dan lumba-lumba menyumbang 90% pengunjung kebun binatang tersebut. Tanpa pertunjukan ini, operasional tidak lagi menguntungkan.

Ketidakpastian Tempat Tujuan Paus

Diskusi mengenai tempat tujuan baru bagi Wikie dan Keijo telah menemui jalan buntu. Beberapa ahli sepakat bahwa pelepasan mereka ke laut lepas bukanlah solusi ideal, mengingat kedua paus lahir dan besar di penangkaran. Mereka tidak memiliki keterampilan bertahan hidup di alam liar dan sangat bergantung pada hubungan sosial dengan manusia.

Manajemen Marineland sempat mendukung rencana untuk mengirim paus-paus tersebut ke kebun binatang laut di Jepang. Namun, proposal itu mendapat penolakan dari aktivis hewan dan pemerintah Prancis. Alasannya, undang-undang kesejahteraan hewan di Jepang lebih lemah dibandingkan di Eropa, dan perjalanan jauh sejauh 13.000 kilometer dianggap berisiko bagi kondisi mental dan fisik paus.

Alternatif Tempat Baru

Pilihan lain yang diajukan adalah memindahkan paus ke kebun binatang laut di Kepulauan Canary, Spanyol. Namun, rencana ini juga menuai kritik. Aktivis khawatir paus-paus tersebut akan dipaksa tampil dalam pertunjukan, sementara beberapa paus orca di fasilitas tersebut dilaporkan telah meninggal dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai solusi jangka panjang, organisasi Whale Sanctuary Project (WSP) mengusulkan pembangunan tempat perlindungan di Nova Scotia, Kanada. Tempat ini dirancang sebagai perairan semi-alami yang dipagari dengan jaring, memungkinkan paus tetap berada di lingkungan laut sambil mendapatkan perawatan dan dukungan medis. Namun, ahli biologi kelautan Hanne Strager mengingatkan bahwa bahkan tempat perlindungan seperti ini mungkin terasa asing bagi paus-paus yang telah terbiasa hidup dalam penangkaran.

Momentum Penolakan Kebun Binatang Laut

Penutupan Marineland mencerminkan momentum global melawan kebun binatang laut. Dalam 15 tahun terakhir, kampanye oleh aktivis dan dokumentasi seperti film “Blackfish” telah meningkatkan kesadaran publik tentang penderitaan paus dan lumba-lumba yang ditahan di penangkaran. Dukungan publik untuk kesejahteraan hewan semakin menguat, dengan selebritas seperti Pamela Anderson turut menyerukan perlakuan lebih baik terhadap satwa laut.

Meskipun nasib Wikie dan Keijo masih belum diputuskan, perdebatan ini menjadi simbol perubahan dalam cara manusia memahami dan memperlakukan makhluk laut yang cerdas dan sensitif. (nsb/newsindomedia)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles