32.5 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

Investigasi Kejahatan Perang Terhadap Tentara Israel

Tentara IDF menjadi buruan di delapan negara dikarenakan kejahatan perang yang ilakukan di Gaza

WorldMiddle East & AfricaInvestigasi Kejahatan Perang Terhadap Tentara Israel

(Newsindomedia) — Pemerintah Israel telah mengungkapkan bahwa setidaknya 12 investigasi sedang dilakukan terhadap tentara Israel atas dugaan kejahatan perang di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023. Situasi ini memaksa belasan tentara melarikan diri dari delapan negara yang mereka kunjungi. Beberapa kasus telah menjadi sorotan media internasional, termasuk penyelidikan terhadap empat tentara di Afrika Selatan, Sri Lanka, Brasil, dan Prancis. Investigasi tersebut didasarkan pada pengaduan yang diajukan oleh Hind Rajab Foundation (HRF), sebuah organisasi Palestina yang aktif memantau pergerakan tentara Israel di luar negeri dan berupaya membawa mereka ke pengadilan internasional.

Menurut laporan Channel 13, investigasi ini menandai awal dari realitas baru yang akan terus menyelimuti Israel dalam waktu yang panjang. Kekhawatiran telah meningkat di kalangan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kehakiman Israel atas potensi pembatasan perjalanan bagi para tentara. Awal Desember, IDF telah memperingatkan puluhan tentaranya agar tidak bepergian ke luar negeri setelah sekitar 30 tentara yang bertempur di Gaza menjadi sasaran tuntutan hukum internasional. Dalam delapan kasus, para tentara yang sedang bepergian ke negara seperti Siprus, Slovenia, dan Belanda segera diminta kembali karena risiko penangkapan atau interogasi.

Situasi ini juga menjadi kritik tajam dari pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid. Dia menyebut kegagalan pemerintah dalam menangani masalah ini sebagai krisis politik besar. “Fakta bahwa seorang tentara cadangan Israel harus meninggalkan Brasil pada malam hari untuk menghindari penangkapan merupakan tanda lemahnya kepemimpinan saat ini,” ujar Lapid. Dia juga menyerukan pembentukan komite investigasi formal dan strategi media yang lebih kuat untuk melindungi kepentingan politik dan hukum Israel di panggung internasional.

Peringatan terkait aktivitas daring juga semakin diperketat. Tentara Israel telah diperingatkan agar tidak mengunggah foto atau informasi terkait medan perang di media sosial, dengan alasan kekhawatiran akan potensi penuntutan di luar negeri. “Jangan memposting foto medan perang Gaza atau tempat lain. Bahkan, hindari aktivitas di media sosial sama sekali,” demikian bunyi peringatan dari akun yang diklaim berafiliasi dengan badan intelijen Mossad. Peringatan ini menegaskan bahwa informasi yang dipublikasikan dapat dimanfaatkan oleh pihak asing untuk menuntut mereka di masa depan, sehingga “liburanmu bisa berubah menjadi mimpi buruk.”

Sementara itu, Hind Rajab Foundation menyatakan bahwa upaya untuk menghapus jejak sudah terlambat. “Bukti sudah terdokumentasi. Para pelaku kejahatan perang yang secara tidak langsung memberikan kesaksian terhadap diri mereka sendiri tidak akan lolos dari keadilan,” ujar perwakilan yayasan tersebut. Hingga saat ini, organisasi tersebut mengklaim telah melacak sekitar seribu tentara Israel yang diduga melakukan kejahatan perang di Gaza, dengan lebih dari 4.000 bukti yang berhasil dikumpulkan, sebagian besar berasal dari unggahan media sosial.

Yayasan ini dinamai Hind Rajab, seorang gadis berusia lima tahun yang menjadi simbol penderitaan di Gaza. Hind tewas bersama keluarganya dalam serangan Israel saat mereka mencoba melarikan diri dari lingkungan Tel al-Hawa, Kota Gaza, pada 29 Januari 2024. Kisah tragisnya menjadi pengingat akan penderitaan warga sipil di wilayah konflik dan panggilan untuk keadilan internasional. (nsb/newsindomedia)

Baca Juga

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles