26.2 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025

Menteri PU akan Terapkan Sistem Irigasi Hemat Air di seluruh Indonesia

EconomyMenteri PU akan Terapkan Sistem Irigasi Hemat Air di seluruh Indonesia

Jakarta, (Newsindomedia) — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa teknik Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) akan diterapkan di seluruh Indonesia setelah berhasil diterapkan dalam proyek percontohan di daerah irigasi Rentang, Kabupaten Cirebon. Dody menjelaskan bahwa meskipun penggunaan air dapat diminimalisasi, hasil produksi gabah dapat meningkat hingga dua ton per hektar.

“Pada metode ini, kami berhasil mengurangi penggunaan air, namun hasilnya justru lebih optimal, dengan tambahan dua ton gabah per hektar. Kami percaya IPHA bisa menjadi solusi untuk efisiensi air tanpa mengorbankan hasil pertanian,” kata Dody saat meninjau proyek percontohan IPHA di Cirebon, Sabtu lalu.

Sejak diterapkan di area irigasi Rentang seluas 85.867 hektar pada tahun lalu, IPHA telah menunjukkan keberhasilan. Dody juga mengungkapkan bahwa tahap selanjutnya adalah penerapan IPHA di daerah irigasi lainnya, seperti D.I Kamun, Majalengka, yang mencakup sekitar 2.000 hektar, dan saat ini tengah memasuki tahap sosialisasi kepada petani setempat.

Teknik IPHA sendiri melibatkan pengelolaan tanaman, air, dan tanah secara terintegrasi, bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air, memperluas areal pertanaman terutama saat musim kemarau, serta meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani. Menurut Bob Arthur Lombogia, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, metode ini dapat menghemat penggunaan air hingga 30 persen. Selain itu, petani hanya membutuhkan 10 kilogram benih per hektar, dengan waktu panen yang lebih cepat berkat penggunaan bibit muda. “Hasilnya bisa mencapai 11 ton per hektar, jauh lebih tinggi dari sebelumnya,” jelas Bob.

Berkat efisiensi penggunaan air, sisa pasokan air dapat dialihkan ke area pertanian lainnya, khususnya saat musim kemarau, yang memungkinkan peningkatan luas areal pertanaman hingga 30 persen.

Sunaryo, salah satu petani yang telah menerapkan IPHA, mengungkapkan keberhasilan yang ia rasakan. “Hasil panen saya meningkat signifikan, dari sebelumnya 8,4 ton per hektar menjadi 9,8 hingga 10,5 ton per hektar setelah menggunakan IPHA,” ungkapnya.

Keberhasilan penerapan IPHA di Rentang menjadi contoh sukses yang diharapkan dapat diperluas ke seluruh Indonesia, memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles