26.2 C
Jakarta
Friday, April 4, 2025

An 80 Year Curse haunts Israel

Mendekati Usia Dekade Kedelapan, Israel Hadapi Ancaman Perpecahan Internal

WorldMiddle East & AfricaAn 80 Year Curse haunts Israel

Israel, Memasuki tahun ke-77 sejak pendiriannya pada 1948, keberlangsungan Israel sebagai entitas politik Zionis mulai menjadi perhatian sejumlah pihak. Hal ini memunculkan kekhawatiran terkait apa yang disebut sebagai “kutukan dekade kedelapan,” yang telah menjadi pola dalam sejarah beberapa pemerintahan Yahudi di masa lalu.

Merujuk pada catatan sejarah, kerajaan Yahudi pertama, yaitu Dinasti Daud, mencapai puncaknya selama 80 tahun. Namun, memasuki tahun ke-81, kerajaan itu terpecah menjadi dua—kerajaan Yehuda dan Israel—akibat konflik internal. Hal serupa juga terjadi pada kerajaan Hasmonean pada era Kuil Kedua, yang bertahan selama 77 tahun sebelum terpecah dan menjadi negara protektorat Romawi akibat perang saudara.

Situs berita Israel, Mivzak Live, pada Kamis (1/1/2025) mencatat adanya kemiripan antara situasi kerajaan Hasmonean pada masa lampau dan kondisi Israel saat ini. Ketegangan sosial yang meningkat, disertai konflik internal yang tajam, dikhawatirkan dapat mengguncang stabilitas negara. Laporan tersebut juga menyoroti bahwa, seperti kerajaan Hasmonean, Israel modern kini menghadapi tantangan serius yang berakar pada perpecahan internal.

Sejarawan dan tokoh publik Israel, termasuk mantan Perdana Menteri Ehud Barak, telah mengingatkan tentang fenomena ini. Dalam wawancaranya dengan Yedioth Ahronoth, Barak menyebut bahwa sepanjang sejarah, pemerintahan Yahudi tidak pernah bertahan lebih dari delapan dekade tanpa mengalami disintegrasi. Menurutnya, pola ini juga terjadi pada rezim-rezim lain di dunia, seperti Amerika Serikat yang menghadapi Perang Saudara di dekade kedelapan, serta Italia dan Jerman yang menjadi negara fasis dan Nazi pada periode serupa.

Barak menegaskan bahwa Israel kini berada di ambang risiko yang sama. Ancaman perpecahan internal, ditambah dengan tekanan eksternal seperti konflik berkepanjangan di Gaza, semakin memperumit situasi. Demonstrasi besar-besaran di Tel Aviv baru-baru ini menjadi bukti nyata ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah yang dianggap gagal mengatasi persoalan domestik dan keamanan.

Pada saat yang sama, tindakan militer Israel di Gaza terus menuai kecaman internasional. Serangan yang telah menewaskan lebih dari 45.550 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, memicu tekanan diplomatik global. Pengadilan Kriminal Internasional bahkan telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Keamanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dengan berbagai tantangan ini, banyak pihak mengingatkan perlunya refleksi mendalam terhadap sejarah. Kutukan dekade kedelapan menjadi peringatan bagi Israel untuk segera meredam konflik internal dan mencari solusi atas permasalahan yang ada, agar tidak terjebak dalam siklus kehancuran seperti yang terjadi pada kerajaan-kerajaan Yahudi sebelumnya.

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles