25.5 C
Jakarta
Saturday, April 5, 2025

Rupiah Menguat Jelang Tutup Tahun 2024

Finance and MarketsRupiah Menguat Jelang Tutup Tahun 2024

Jakarta, (Newsindomedia) – Nilai tukar rupiah terus menunjukkan tren positif menjelang akhir tahun. Pada penutupan perdagangan hari ini, mata uang rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, optimistis penguatan ini akan berlanjut hingga tutup tahun.

Berdasarkan data dari Bloomberg, nilai tukar rupiah spot sebelumnya berada di level Rp16.235 per dolar AS. Hari ini, rupiah berhasil menguat 92 poin ke posisi Rp16.142 per dolar AS. Ibrahim memperkirakan pada perdagangan esok hari, rupiah akan bergerak fluktuatif, tetapi tetap menguat di kisaran Rp16.100 hingga Rp16.150 per dolar AS.

Penguatan serupa juga tercatat pada Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia. Sebelumnya, rupiah berada di level Rp16.251 per dolar AS, kini naik menjadi Rp16.162 per dolar AS.

Ibrahim menyebut beberapa faktor eksternal turut mendukung penguatan rupiah. Salah satunya adalah pelemahan indeks dolar AS akibat rendahnya volume perdagangan di tengah libur akhir tahun. Selain itu, pelaku pasar global menantikan rilis data ekonomi penting, seperti survei PMI pabrik dari China pada Selasa, serta data manufaktur AS untuk Desember yang dijadwalkan keluar pada Jumat mendatang.

Faktor lain yang menjadi perhatian adalah kenaikan inflasi di Jepang. Indeks harga konsumen di Tokyo menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dari perkiraan pada Desember, yang memicu spekulasi tentang kemungkinan kenaikan suku bunga jangka pendek oleh Bank of Japan (BoJ). Beberapa pejabat BoJ bahkan menilai kondisi saat ini mendukung kebijakan tersebut.

Di Korea Selatan, situasi politik turut menarik perhatian. Perdana Menteri Han Duck-soo menghadapi ancaman pemakzulan, sementara Mahkamah Konstitusi mulai menggelar sidang terkait darurat militer singkat yang diberlakukan oleh Presiden Yoon Suk Yeol. Ketidakpastian politik ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu internasional dan memperburuk krisis domestik.

Sementara itu, dari Tiongkok, Bank Dunia memberikan proyeksi optimis untuk pertumbuhan ekonomi negara tersebut pada 2024 dan 2025. Namun, lembaga ini juga mengingatkan bahwa lemahnya kepercayaan konsumen, perlambatan di sektor bisnis, dan tantangan di sektor properti akan tetap menjadi kendala yang harus diatasi.

Penguatan rupiah ini diharapkan mampu memberikan angin segar bagi perekonomian nasional, khususnya menjelang pergantian tahun. Namun, dinamika global dan faktor domestik tetap menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar dan pemerintah. (nsb/newsindomedia)

Check out our other content

Check out other tags:

Most Popular Articles