Korea, (Newsindomedia) – Pesawat Jeju Air mengalami kecelakaan serius setelah diduga bertabrakan dengan burung, yang menyebabkan kegagalan pada sistem roda pendaratan. Insiden ini dilaporkan oleh kantor berita Korea Selatan, Yonhap, dan menjadi sorotan di media internasional.
Upaya Pendaratan Darurat yang Gagal
Berdasarkan laporan, tabrakan dengan burung kemungkinan besar merusak roda pendaratan pesawat, sehingga pilot harus melakukan upaya pendaratan darurat. Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan pesawat tersebut mencoba mendarat tanpa roda pendaratan yang berfungsi. Namun, keaslian rekaman ini masih dalam proses verifikasi.
Selama upaya pendaratan, pesawat kesulitan mengurangi kecepatan saat mendekati ujung landasan pacu. Akibatnya, pesawat menabrak struktur di ujung landasan, yang menyebabkan kerusakan signifikan pada badan pesawat dan memicu kebakaran.
Proses Evakuasi dan Penanganan
Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi para penumpang melalui bagian belakang pesawat. Foto yang beredar memperlihatkan bagian ekor pesawat terbakar, sementara petugas pemadam kebakaran dan kendaraan darurat berusaha memadamkan api dan mengamankan lokasi.
Baca Juga : Serangan udara Israel menewaskan lima jurnalis di Gaza
Kronologi Insiden
Pesawat Jeju Air dilaporkan telah mencoba mendarat sebanyak satu kali sebelum akhirnya melakukan manuver “go-around” atau putar balik. Manuver ini merupakan prosedur standar penerbangan ketika pilot membatalkan pendaratan untuk mencoba pendekatan ulang. Namun, meskipun dilakukan upaya kedua, kegagalan roda pendaratan membuat situasi menjadi tidak terkendali.
Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan ini, termasuk dugaan bahwa tabrakan dengan burung menjadi faktor utama. Sementara itu, evakuasi dan penanganan korban menjadi prioritas utama otoritas penyelamat. (nsb/newsindomedia)