Gaza, (Newsindomedia) – Lebih dari 107.000 orang dilaporkan terluka akibat konflik yang terus berkecamuk di Gaza, menurut laporan Al-Jazeera. Pada Kamis pagi, serangan mematikan terjadi di dekat Rumah Sakit al-Awda, kamp pengungsi Nuseirat, Gaza tengah, yang menargetkan sebuah mobil van siaran. Akibatnya, lima wartawan dari saluran TV al-Quds Today tewas di tempat.
Kelima wartawan yang menjadi korban adalah Fadi Hassouna, Ibrahim al-Sheikh Ali, Mohammed al-Ladah, Faisal Abu al-Qumsan, dan Ayman al-Jadi. Ayman al-Jadi sedang menunggu di luar rumah sakit untuk menyambut kelahiran anak pertamanya saat serangan itu terjadi.
Baca Juga : Kelicikan Israel Memperluas Jajahannya
Tim penyelamat berhasil mengevakuasi jenazah korban dan memadamkan api di lokasi kejadian. Militer Israel kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan alasan kendaraan media itu digunakan untuk mengangkut anggota kelompok Palestina Jihad Islam. Namun, klaim ini tidak disertai bukti pendukung yang jelas.
Kecaman terhadap Kekerasan terhadap Jurnalis
Serangan ini memicu gelombang kecaman dari berbagai organisasi yang memperjuangkan kebebasan pers. Gaza kini disebut sebagai salah satu wilayah paling berbahaya di dunia bagi para jurnalis. Situasi diperparah dengan kebijakan Israel yang membatasi akses jurnalis asing ke Gaza, kecuali mereka yang tergabung dalam unit militer.
Serangan yang menyasar wartawan ini mencerminkan situasi genting di wilayah yang terus dilanda kekerasan. Dalam konflik yang tak kunjung usai, jurnalis di lapangan tak hanya berjuang melaporkan kebenaran, tetapi juga mempertaruhkan nyawa mereka di tengah ancaman serangan yang semakin brutal. (nsb/newsindomedia)