(Newsindomedia) – Susu mentah, yang oleh sebagian orang dianggap sebagai pilihan alami dan bergizi dibandingkan dengan susu yang dipasteurisasi, ternyata menyimpan potensi bahaya yang tak terduga. Penelitian terbaru dari Universitas Stanford, yang diterbitkan pada 12 Desember 2024 di Environmental Science & Technology Letters, mengungkapkan bahwa susu mentah bisa menjadi media penularan virus flu, bahkan ketika disimpan dalam suhu dingin.
Temuan ini menunjukkan bahwa virus influenza, termasuk strain H1N1, dapat bertahan dan tetap menular dalam susu mentah yang disimpan pada suhu pendinginan selama lima hari. Penelitian ini hadir di tengah kekhawatiran global mengenai wabah flu burung pada ternak sapi perah, yang memperburuk ancaman pandemi baru.
Alexandria Boehm, Profesor Studi Lingkungan di Stanford dan penulis utama penelitian ini, menekankan pentingnya pasteurisasi susu untuk mengurangi risiko penularan virus flu dari susu mentah. Pasteurisasi, yang melibatkan pemanasan susu untuk membunuh patogen, menjadi kunci untuk melindungi kesehatan konsumen.
Mengapa Hal Ini Menjadi Penting?
Di Amerika Serikat, lebih dari 14 juta orang mengonsumsi susu mentah setiap tahun, dengan anggapan bahwa produk ini lebih bergizi, mengandung lebih banyak enzim, dan probiotik yang bermanfaat. Namun, berbeda dengan susu yang dipasteurisasi, susu mentah tidak melalui proses pemanasan yang dapat membunuh bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella, yang sering dikaitkan dengan wabah penyakit.
Penelitian terbaru ini mengungkapkan risiko baru, yaitu potensi penularan virus flu melalui susu mentah. Dalam eksperimen laboratorium, ilmuwan menemukan bahwa virus influenza dapat bertahan hidup dalam susu mentah pada suhu dingin dan tetap menular selama lima hari. Bahkan lebih jauh, virus ini dapat menyebar ke permukaan dan peralatan di fasilitas peternakan, yang meningkatkan risiko penularan ke hewan dan manusia.
Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa RNA virus influenza dapat bertahan lebih lama dalam susu mentah dibandingkan susu yang dipasteurisasi. Meskipun RNA ini tidak dapat menulari manusia langsung, ia terdeteksi dalam susu mentah hingga 57 hari, lebih lama daripada yang ditemukan pada susu yang telah dipasteurisasi. Proses pasteurisasi memang dapat menghancurkan virus flu yang menular, namun RNA virus yang tidak aktif tetap ada dalam susu yang dipanaskan, meskipun dalam jumlah kecil.
Kenapa Temuan Ini Penting Sekarang?
Setiap tahun, influenza menginfeksi lebih dari 40 juta orang di Amerika Serikat, menyebabkan lebih dari 50.000 kematian. Virus flu memiliki kemampuan untuk bermutasi dan melompat dari hewan ke manusia, seperti yang terjadi pada wabah flu babi pada 2009. Walaupun flu burung belum terbukti membahayakan manusia, temuan baru yang menunjukkan bahwa flu burung bisa menular lewat susu sapi semakin meningkatkan kecemasan terkait penyebaran virus ini melalui produk susu.
Boehm juga menambahkan bahwa penelitian ini membuka peluang untuk pengawasan yang lebih baik terhadap potensi ancaman kesehatan, terutama dengan merebaknya flu burung di kalangan ternak. Temuan ini berhubungan dengan upaya tim yang sama dalam menggunakan air limbah untuk mendeteksi penyakit zoonosis, termasuk flu burung, di awal penyebarannya.
Mengantisipasi Risiko yang Tersembunyi
Penelitian ini menegaskan pentingnya kesadaran terhadap potensi risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi susu mentah. Meskipun ada banyak pendukung yang mempercayai manfaat kesehatan dari susu mentah, temuan ini memberikan peringatan agar kita lebih berhati-hati. Proses pasteurisasi susu merupakan langkah krusial untuk melindungi kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran patogen yang berbahaya.
Dengan flu burung yang semakin meluas dan ancaman lainnya yang mungkin muncul, menjaga keamanan pangan melalui langkah seperti pasteurisasi sangat penting untuk melindungi kita dan mencegah penyebaran penyakit, serta menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan.