Setelah penggulingan Assad awal bulan ini, Israel langsung bergerak ke zona penyangga demiliterisasi yang telah ada selama 50 tahun di wilayah Suriah. Netanyahu menggambarkan langkah ini sebagai tindakan defensif yang bersifat sementara, dengan tujuan untuk memastikan bahwa tidak ada kelompok yang mengancam Israel di Suriah. Namun, dalam kunjungannya ke zona tersebut, Netanyahu menyatakan bahwa Israel berencana untuk tetap berada di sana untuk waktu yang tidak ditentukan, dengan alasan untuk menjaga keamanan Israel sampai ada kesepakatan lain yang menjamin hal tersebut.
Berikut adalah perkembangan perbatasan Israel sejak didirikannya negara tersebut:
Pendirian Israel Pada 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa merencanakan pembagian wilayah Mandat Palestina yang dikuasai Inggris menjadi negara Yahudi dan Arab, dengan Yerusalem yang menjadi wilayah internasional. Namun, rencana ini tidak terlaksana karena pada Mei 1948, Israel mendeklarasikan kemerdekaannya, yang segera diikuti dengan perang melawan negara-negara Arab tetangganya. Perang ini berakhir dengan Israel menguasai sekitar 77 persen wilayah, sementara Yordania menguasai Tepi Barat dan Yerusalem Timur, serta Mesir menguasai Jalur Gaza.
Perang Timur Tengah 1967 Pada perang enam hari 1967, Israel merebut Tepi Barat dan Yerusalem Timur dari Yordania, Gaza dan Semenanjung Sinai dari Mesir, serta Dataran Tinggi Golan dari Suriah. Kemenangan cepat ini membawa perubahan besar dalam peta politik dan militer di kawasan, namun juga memicu konflik yang berkepanjangan. Israel segera mencaplok Yerusalem Timur, yang dianggap sebagai wilayah pendudukan oleh komunitas internasional. Meskipun Israel tidak secara resmi mencaplok Tepi Barat, mereka membangun permukiman yang kini dihuni oleh lebih dari 500.000 warga Israel.
Perjanjian Damai 1979 dengan Mesir Dalam perjanjian damai pertama Israel dengan negara Arab, yang tercapai pada 1979, Israel setuju untuk mengembalikan Semenanjung Sinai ke Mesir, dengan syarat bahwa Mesir tidak akan lagi mengancam Israel. Sebagai bagian dari perjanjian ini, Israel membongkar semua permukiman yang ada di Sinai.